“Aku ingin melihat Disneyland sejak dulu. Impian masa kecil.” “Hah? Benarkah? Ha ha ha ha.” “Kenapa tertawa? Apa aku kekanak-kanakkan?” “Tidak, cuma kukira kamu akan langsung mengusulkan negara yang wow gitu, ternyata hanya Disneyland. Aku tidak salah, kamu memang berbeda.” “Berbeda karena aku hanya gadis biasa yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.” “Kamu jangan berkata seperti itu, semua orang sama derajatnya di hadapan Tuhan, yang membedakan adalah kadar imannya. Kamu harus percaya diri, Ly.” “Ya, kamu benar. Tapi aku sudah terlalu banyak mengalami penghinaan, terutama orang tuaku.” “Semua orang pasti pernah, aku pun pernah. Mamaku juga pernah. Jadi kamu tidak sendirian.” “Terima kasih, Jay.” “Sama-sama. Oh ya, kalau tidak salah rumahmu di Jalan Gunung Sahari ya, masuk ga

