“Tidak perlu khawatir. Oh ya, ayo turun dan temani aku makan siang,” ucap Jay pada Lily. “Setelah makan siang, tolong tunjukkan kamar tamunya ya,” pinta Lily dengan penuh harap. “Iya, iya. Ayo cepat kita turun.” Lantas, Jay mempersilahkan gadis itu keluar terlebih dahulu. Lily pun berjalan keluar dari kamar tidur pria itu dengan pikiran yang dipenuhi oleh banyak pertanyaan. Pria itu berjalan mengikutinya dari belakang dan memperhatikan gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tiba-tiba Jay bertanya pada Lily, “Ly, apa kamu jarang membeli pakaian?” Lily terkejut mendengar pertanyaan yang terlontar dari pria itu, sekaligus merasa malu dan rendah diri. Setelah menghela napas panjang, ia pun menjawab, “Jarang karena uang orang tuaku hanya cukup untuk biaya kuliah dan biaya kebutu

