Lily yang mendapat serangan tiba-tiba seperti itu lantas terkejut, ia berusaha melepaskan ciuman Jay, tapi pria itu semakin memperdalam ciumannya hingga gadis itu terengah-engah menahan napas. “J-jay ... umm ... hhh.” Setelah puas mencium bibir Lily, lalu pria itu menggigit pelan bibir bawah gadis itu, membuatnya meringis perih, kemudian dia melepaskan pagutan bibirnya pada bibir Lily. Lantas keduanya langsung menarik napas dalam-dalam dengan sedikit terengah. “Ly, kamu sangat manis. Bibirmu sangat manis, membuatku ingin menciumnya lagi dan lagi,” ucap Jay seraya menyentuh dan membelai bibir Lily. Lalu, Jay menjulurkan lidahnya dan membasahi bibir Lily dengan salivanya, kemudian pria itu kembali mengecup lembut bibir mungil di hadapannya. Lily hanya bisa menerima dan melenguh pasr

