“Jay, sudahlah. Bi Inah mungkin merasa canggung karena kita berdua. Minumlah kopimu sekarang, aku akan menyusul sebentar lagi,” pinta Lily. “Baiklah,” jawab Jay seraya mengecup pipi mulus gadis cantik berwajah oval itu. Pria tampan bermata biru itupun berjalan meninggalkan dapur dan duduk di meja makan sambil menyeruput segelas kopi hitam hangat dan sepiring roti isi keju dan ham buatan sang kekasih serta membaca koran pagi. Sementara itu, setelah selesai memotong buah-buahan untuk dibuat menjadi jus, Lily pun menyusul Jay ke ruang makan. Gadis itu duduk di samping Jay sembari menyeruput kopi mocha hangat dan menyuap roti isi ke dalam mulutnya, lalu bertanya, “Jay, bagaimana rasa roti isinya?” Jay menoleh dan menatap Lily, seraya menjawab, “Enak, aku tidak menyangka kamu dapat memb

