Sementara Aaron sedang melakukan proses transfusi darahnya bersama Lisa, Queeny kini tengah terduduk di depan meja makan rumah apartemennya, masih betah dengan wajah bahagianya, membayangkan semua hal indah yang akan dilakukannya bersama Aaron siang nanti di taman, sesuai dengan janji pertemuan mereka. “Qu?” Panggil Deph dengan tatap heran yang juga di lemparkannya kepada sahabatnya itu. “Ehm? Apa? Ada apa?” “Ayo makan” Balas Queeny dengan nada riangnya, ia benar-benar bisa di nobatkan sebagai seorang manusia paling bahagia saat ini. “Kau sungguh akan melahap sambal itu?” Tanya Deph yang nampaknya sudah mulai bosan dengan kegilaan yang di lakukan oleh sahabatnya yang sedang jatuh cinta itu. Hampir saja Queeny dengan pikirannya yang sedang terbang melayang-layang bersama khay

