Lima Puluh Satu

1984 Kata

Dua hari telah berlalu semenjak wafatnya ayah Cakra. Pria muda itu berterima kasih kepada Teratai karena telah menjelaskan dengan baik tentang penyebab kematian ayahnya. Dengan begitu, ia tak perlu menduga-duga siapa yang telah membunuh ayahnya. Di perkampungan tempat ia tinggal, kematian tanpa sebab yang jelas sering diasumsikan sebagai kematian akibat guna-guna. Pernah berprofesi sebagai dokter, tentu saja Teratai mengerti dengan cukup baik mengenai penyakit yang menyebabkan kematian ayah Cakra. Sempat ada yang berkeras bahwa kematian ayah Cakra adalah karena ilmu hitam. Namun, semua pendapat itu mentah-mentah ditangkal oleh Teratai. Tak hanya Arya dan Cahya yang curiga kepada Teratai, Galuh dan Lidya pun ikut menaruh curiga kepada nona mereka itu. Perubahan besar sangat terlihat dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN