Lima Puluh

1684 Kata

Keesokan harinya, Teratai, Galuh, dan Lidya kembali mempersiapkan diri untuk melakukan aktivitas mereka. Pagi-pagi sekali, mereka sudah bangun dan menyiapkan sarapan. Ketiga gadis itu lalu menghampiri rumah kedua orang tua angkat mereka yang berjarak hanya beberapa langkah dari kediaman mereka. Arya dan Cahya pun akhirnya terbiasa dengan perlakuan putri-putri angkat mereka. Pagi itu, keluarga Arya sarapan bersama. Teratai sangat senang karena ia bisa memiliki keluarga yang seutuhnya. Ia terharu dengan kebaikan yang diterimanya dari Arya, Cahya, Galuh, dan Lidya yang tidak mempunyai hubungan darah dengannya. Ia pun bersyukur karena akhirnya ia bisa merasakan apa yang dinamakan ‘keluarga’. Selama ini, baik di kehidupannya yang lalu, maupun kehidupan barunya di istana, keluarga hanyalah seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN