Setelah semua yang dialaminya, Teratai kembali dapat merasa tenang. Ia pun bisa melakukan kegiatannya seperti biasa. Hal yang menjadi kegemarannya adalah mengikuti kelas belajar membaca dan menulis. Ia juga sudah mulai menguasai aksara-aksara yang sempat dianggapnya sebagai aksara yang aneh. Teratai juga bersahabat dengan tabib yang pernah mengobatinya. Pria tua itu adalah tabib yang bertugas sebagai tabib istana. Apabila ada penghuni istana yang sedang sakit, tabib itulah yang mengobati mereka. Teratai meminta tabib itu untuk mengajarinya membuat ramuan yang biasa ia gunakan untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Tanaman-tanaman yang digunakan oleh tabib itu sangat asing untuk Teratai. Sang tabib pun meminta Teratai untuk menjadi asistennya. Dengan begitu, Teratai bisa menyalurkan kemampu

