Ratu Divya mulai merencakan hal buruk untuk Teratai. Secara tersembunyi, sang ibu tiri mendatangi prajurit yang melatih Teratai bermain pedang. Malam itu, cahaya bulan sabit tak mampu menerangi seluruh istana. Hanya obor-obor yang memberi cahaya temaram. Ratu Divya mengendap-endap keluar dari kamarnya. Ia memakai selimut untuk menjadi penutup kepala agar tak ada orang yang mengenalinya. Dengan langkah perlahan, Ratu Divya mendatangi kamar si prajurit berambut ikal. Ia mengetuk pintu kamarnya yang terbuat dari kayu. Hanya dengan tiga kali ketukan, pintu kamar prajurit itu pun terbuka. Ratu Divya langsung menerobos masuk ke dalam kamar pria itu. Si prajurit menutup kembali pintunya sambil menyimpan semua rasa herannya. “Siapa Anda?” tanya prajurit tersebut. Ratu Divya tak menyahut. Ia

