Kesembuhan Teratai benar-benar membuat Ratu Divya dan Ratu Malika kesal bukan main. Mereka berdua menaruh curiga kepada Jalu, karena pemuda itu terlihat akrab dengan Teratai setelah kejadian latihan bermain pedang. Putri Malika mendatangi Jalu yang barus saja meninggalkan kamar Teratai. Ia sangat penasaran bagaimana mungkin Teratai bisa selamat dari pedang Jalu yang teramat tajam. “Hei, Jalu, tunggu!” panggil Putri Malika. “Ada apa, Putri Malika?” tanya Jalu setelah membungkukkan tubuhnya. “Aku ingin bicara denganmu. Ayo, ikut aku.” Putri Malika mengajak Jalu untuk menjauh dari kamar Teratai. Mereka duduk di halaman belakang istana yang banyak ditumbuhi pepohonan. “Jawab jujur pertanyaanku!” Putri Malika duduk di akar pohon yang besar. “Baiklah, Nona,” sahut Jalu. “Apakah kau bekerja

