01 Gaun Berdarah
" Please, kalian kemana " cicit perempuan cantik yang tampak begitu gelisah di dalam mobil yang melaju kencang
Ia tampak begitu cantik dalam balutan gaun pernikahan putih. Ini hari bahagianya namun sejak tadi pagi tak satupun dari keluarga mau mengangkat telponnya, bahkan tidak ada yang menjemput pengantin itu menuju gedung pernikahan nya
Kegelisahan nya semakin besar di lingkupi dengan rasa ketakutan yang mencekik saat mobil ini terus melaju di jalan yang salah
" Sebenarnya kamu siapa hah! " Jeritnya kelabakan pada sang supir
" Gak penting kamu tau, saya hanya menjalankan tugas " balas laki-laki itu dengan nada dingin dan enggan menoleh
Gadis itu tak bisa diam tenang, ia menarik paksa tali pita di gaun nya kemudian dengan berani ia menjerat leher laki-laki itu.
Mobilnya sedikit oleng namun hebat nya supir itu bisa mengendalikan mobil itu sambil menahan sakit dari jeratan di lehernya
Melihat tak ada reaksi yang di inginkan, ia kembali menarik keras hingga kedua tangan nya memerah, perih
Sang supir menahan sakit yang luar biasa, pegangan nya pada stir melemas. Ia kehilangan kendali dan kendaraan roda empat itu pun oleng di jalanan sepi
" Argh!!! Akhhh " suara teriakan menahan sakit terdengar, begitu menyeramkan
Menit berikutnya mobil mewah dengan hiasan bunga itu pun berdecit keras sebelum akhirnya menabrak pohon yang ada di sisi jalan.
Kepulan asap mengepul dari kap yang ringsek di susul dengan aroma menyengat dari bahan bakar yang meluap.
Pintu belakang mobil itu perlahan terbuka menampilkan keadaan kacau dan mengerikan dari seorang pengantin. Gaun putih nya penuh dengan bercak darah bahkan area atasnya kini berubah menjadi merah menyala
Ia menoleh menatap nanar ke mobil mewah yang sangat ia kagumi dulu " Kamu pikir bisa menyingkirkan aku " bisik nya sambil nenyeka kasar darah dari bibirnya
Suara kendaraan membuat nya kembali menoleh, dengan langkah penuh kesakitan ia menghampiri tepi jalan
Tangannya terulur menghentikan mobil sedan yang melaju ke arah nya.
" Ya ampun neng! Kamu kenapa? Kecelakaan ya " seru laki-laki tua yang sangat terkejut melihat nya
" Antar saya Pak, antar saya ke gedung antariksa " Sahutnya, susah payah ia menahan sakit di kepala yang berdarah
Supir itu mengangguk " Ayo neng, masuk "
Perjalanan cukup jauh hingga hampir satu jam baru lah mereka tiba di gedung pernikahan yang sangat megah itu.
" Pak, saya gak ada duit tapi bapak bisa jual kalung ini. Ini berlian asli " ujar nya menyerahkan kalung indah di lehernya
Bapak itu hanya diam kikuk, tangannya sedikit bergetar. Entah karena berlian atau kalung bernoda darah di tangan nya itu
Belum sempat mengatakan sesuatu gadis menyedihkan itu langsung keluar dari mobil
Ia menyeret langkah tanpa alas kaki nya masuk ke dalam gedung. Seluruh orang yang ada di sana sontak menatapnya kaget. Penuh pertanyaan di kepala mereka saat melihat seorang pengantin dengan gaun berdarah
Narina Northen & Samuel Tommy
Luzella Northen atau yang kerap di sapa Luzel pun hanya tersenyum getir melihat nama nya di gantikan oleh perempuan yang sangat ia benci
" Maaf, anda tidak boleh masuk " ujar staf yang menjaga pintu ballroom
Luzel menoleh sinis " Aku Luzella Northen yang harus nya menikah di sini! jangan menghalangi ku "
Laki-laki berjas hitam itu tampak terkejut kemudian ia menunduk mempersilahkan Luzel untuk masuk
Dengan kedua tangan mungilnya yang di penuhi darah serta luka, ia membuka pintu besar itu
Tentu saja kehadirannya membuat para tamu undangan terkejut terutama pihak keluarga yang seperti tersambar petir saat melihat nya.
Luzel melangkah tegas memasuki ballroom pernikahan bertema merah hitam itu. Ia mengambil setangkai mawar hiasan kemudian tersenyum lebar
" Sejak kapan Narina Tasya menjadi keluarga Northen? " Ujar nya menimbulkan gunjingan dari para hadirin
" Luzella! kamu " Luzel menoleh " Kenapa? kaget liat aku masih hidup " Sahut nya sambil tersenyum sinis
Wanita dalam balutan gaun mewah itu seketika terdiam, wajahnya menampilkan sejuta kekhawatiran dan rasa malu
Luzella menghampiri MC kondang yang kebingungan, ia meraih mic MC itu kemudian menatap para tamu yang hadir
" Maaf sebelum nya sudah membuat keterkejutan. Aku Luzella Northen, putri tunggal William Northen sekaligus pewaris Northen tech company ingin meminta maaf sedalam-dalamnya atas kebohongan yang terjadi. Seharusnya aku yang berada di pelaminan itu dan bukan perempuan yang tidak memiliki ikatan darah dengan keluarga. Tapi entah bagaimana posisi ku di gantikan oleh Narina, sementara aku terjebak dalam mobil yang hendak menculik ku "
Seluruh tamu undangan tercengang mendengar nya, bisikan mulai terdengar dari mereka bahkan beberapa ada yang terang-terangan membicarakan keluarga Northen
Dewi, ibu tirinya berjalan terponggoh-ponggoh menghampiri Luzella, ia tersenyum malu namun terlihat sekali amarah yang tengah di pendam nya
" Maaf sebelumnya, hari ini sebenarnya pernikahan Luzella tapi kami sama sekali tidak tau soal apa yang menimpa putri kami dan langsung mengambil keputusan untuk sementara Narina yang menggantikan posisi nya " Dewi beralih menatap Luzella sambil menyentuh bahu nya " Kamu tidak apa-apa kan Nak? ada yang luka? "
" Benarkah? Kalian tidak tau? " Sahut Luzella membuat Dewi ketar-ketir" Aku udah nelpon kamu berulang kali? bahkan kalian tidak ada yang mencari ku atau berusaha menghubungi ku " papar nya menambah suasana panas di ballroom itu
" Bu-bukan begitu Luzel " Dewi tergagap, ia tak bisa berkata-kata saking malu dan tertekannya
" Cukup Luzella. Ini hanya kesalah pahaman, dan lagi juga hari ini tetap pernikahan mu " William angkat suara sambil memandangi putri nya
Luzella mendengus kasar, bahkan ayah kandungnya sendiri pun tidak peduli dengan kondisinya.
" Pernikahan belum di mulai, silahkan kamu ambil posisi mu lagi " timpal William membuat terkejut orang-orang yang ada di sana, terutama Narina dan Tommy
Narina tampak kelabakan namun Tommy berusaha menenangkannya
" Aku gak sudi! menikahi laki-laki yang dengan mudahnya menerima pengganti ku " sahut Luzella tegas
" Luzel, aku gak bermaksud begitu. Aku hanya tidak mau mempermalukan keluarga kita " sahut Tommy menatap Luzella dengan mata berbinar
Luzella bergidik geli melihatnya, bisa-bisanya dulu ia begitu luluh saat Tommy menatap nya seperti itu.
Kini setelah rasa cinta nya hilang dan di gantikan dengan ribuan luka, ia sangat jijik sekaligus benci melihat laki-laki itu
" Benar kah? " Luzella tersenyum miring " Bukan nya aku udah nelpon kamu berulang kali? "
Tommy tergagap, lengannya di tahan oleh Narina saat hendak menghampiri Luzella. Melihat hal itu membuat hati Luzella semakin tersayat, tapi ia berusaha kuat di atas kaki nya sendiri
Kemana saja aku salama ini, sampai tidak melihat kecurangan dan pengkhianatan di depan mata ku
Seluruh dekorasi dan tema pesta ini semua nya di pilih oleh Narina, harusnya aku sadar jika dari awal pernikahan ini milik nya dan bukan aku
Susah payah Luzella menelan gumpalan pahit yang mencekat di kerongkongan nya. Ingin sekali ia mencabik-cabik pasangan pengantin itu, namun. Luzella tidak ingin mengotori tangan nya sendiri
" Sudah lah Tom, sejak awal kalian memang sampah yang harusnya tidak aku pungut " Ucapan Luzella memancing emosi Dewi dan Narina
" Maksud mu apa Luzel? " seru Dewi
" Apa perlu ku ceritakan, di sini? di depan mereka " sahut Luzella membungkam Dewi
" Jangan sombong kamu Luzel!! dari awal Tommy milikku, kami sudah berpacaran sebelum kamu bertunangan dengan Tommy!! " seru Narina menambah keterkejutan mereka
" Narina, stop " ujar Dewi penuh penekanan
" Lihat kan, siapa yang murah di sini " ujar Luzella, ia tersenyum puas karena tanpa dibuka sampah sudah lebih dulu mengeluarkan aroma nya
" Selamat atas pernikahan kalian, semoga bahagia " Luzella menghentikan ucapannya " Di pembuangan sampah "
" Ini semua belum berakhir, ingat " bisik nya penuh penekanan tepat di telinga Dewi
Setelah itu Luzella turun dari pelaminan megah yang sangat mewah. Ia melangkah anggun di tengah para kerumunan tamu undangan.
Di sudut ruangan, laki-laki tampan dengan mata tajam nya terus menatap kepergian Luzella
" Menarik " Bisik nya dengan senyuman tipis
*****
Pesta pernikahan pun berakhir dengan penuh drama dan rasa malu yang tak mampu mereka bendung. Bahkan para tamu undangan enggan berfoto bersama pengantin tak sedikit juga mereka menyinggung langsung di hadapan para keluarga
" Semua ini gara-gara Luzella!! Berani-beraninya dia buat onar di pernikahan ku " Narina tampak begitu marah
" Pah, perbuatan Luzella gak bisa di maafin Pah. Kamu harus kasih hukuman ke dia " Ujar Dewi yang juga menyimpan dendam
William menghela nafas pendek "Hukuman apa? salah kalian yang bersih kukuh menikah di atas nama nya " Sahut William
" Tapi Pah! Aku sama Tommy saling mencintai dan sejak awal kami sudah bersama " Sahut Narina, tak ingin salah
" Sudah lah, jangan bahas lagi. Aku sudah cukup menanggung malu " Setelah mengatakan itu William beranjak dari duduk nya. Wajahnya tampak gusar
" Argh!! " Geram Narina seraya menarik kasar mahkota di kepalanya
Nafasnya menderu kasar dengan wajah yang penuh emosi " Awas kamu Luzel!! aku balas kamu nanti!! " ucap nya dengan penuh penekanan
" Sudah sayang, jangan rusak hari bahagia kita karena hal ini, ya " Tommy memeluk nya, berusaha menenangkan istri nya itu
" Tapi pernikahan kita udah hancur " Rengek Narina yang menangis di pelukan Tommy
" Nanti kita balas ya, jangan nangis lagi "
" Bener ya? Dia harus menderita " Tommy mengangguk seraya merapikan rambut istri nya itu