Bab 15: Tujuh Bulan

1520 Kata

Sebagai orang yang suka bongkar pasang hubungan aku merasa sudah imun dengan berbagai jenis godaan. Tapi aku nggak bisa memikirkan ciuman Gale semalam tanpa merasa pipiku merona dan jantung berdebar heboh, padahal itu bukan ciuman pertama kami, namun aku merasa ada kupu-kupu yang berterbangan di perutku saat mengingatnya. "Kim, tolong pasangin." Bahkan ketika dia meminta bantuan untuk memasangkan dasi, jemariku terasa gemetar di kerah kemejanya, dan selama itu bisa kurasakan tatapan matanya nggak lepas dariku ketika menundukkan kepala. "Kamu nggak bisa?" "Bisa, makanya Mas diem." "Memangnya dari tadi aku lompat-lompat?" Iya lompat-lompat di pikiran aku. Tapi aku mendengus. See? Saraf humornya memang sudah putus menyisakan tingkah judes dengan mulut setajam hukum untuk rakyat jela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN