Bab 33: Cash On Delivery

1950 Kata

Kami masuk ke restoran Italia karena aku sedang ingin makan pizza. Walaupun akhirnya oleng dan malah memesan fusili carbonara akibat ngiler melihat menu makanan Gale. Entah kenapa apa yang dia pesan selalu lebih enak dari yang kupesan. Kami juga take away untuk teman-teman di kantorku, yang langsung dapat reaksi heboh, Gale sampai merona, wajahnya yang tampak datar, mendadak berubah mengendur ketika berkenalan dengan teman-temanku. "Sayang banget Neo nggak masuk padahal dia yang kepo banget pengin kenalan, apa perlu gue video call?" Juhi berkata menggebu-gebu saat Gale permisi untuk ke toilet. "Norak please, jangan malu-maluin, founder Fluent nih, harusnya kita kelihatan bersahaja, bevahe bukannya cekikian nggak jelas," jawab Mba Farika padahal dialah yang tawanya paling keras ketika m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN