Bab 25: Cinta Butuh Waktu

1841 Kata

Betapa bajingannya laki-laki yang kunikahi, apakah mereka hanya berpura-pura kemarin? Melihat Gale yang biasanya datar itu kini tersenyum di hadapan Diah dengan raut wajah yang mengendur, membuatku kecewa. "Bu?" Pak Endang masih memanggil, memastikan aku nggak akan meledak, mungkin dia selama ini juga tahu tentang hubungan suamiku. Tapi aku bukan tipikal perempuan yang akan mempertontonkan kemarahan di depan banyak orang, terlebih karena laki-laki. Aku masih punya harga diri, dan aku nggak akan menjatuhkan diri ke level yang sama dengan perempuan itu. "Ibu mau saya antar pulang?" Tentu saja Pak Endang nggak melakukan yang kuperintahkan, kami masih waras. Kusandarkan kepala di jok, masih nggak menyangka ini akan terjadi, mereka baru saja liburan bersama, mungkin tidur bersama. Dan seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN