Bab 18: Sambal Goreng Krecek

1944 Kata

Boleh nggak aku marah-marah? Kurasa wajar jika aku jengkel dengan sikap Gale, dia baru saja mencium seseorang dan sekarang bersikap manis padaku, bagaimana aku nggak berpikir kalau laki-laki ini memiliki kepribadian ganda? Atau aku-nya saja yang terlalu baper dan berharap lebih? Ekspektasi memang menyakitkan. Setiap kali memandangnya, tensiku kini mendadak naik. Karena alih-alih merasa bersalah, kulihat Gale justru santai saja ingin meninggalkan aku. Terlebih seminggu? Bagaimana dengan misiku kalau mendadak dia pergi? Tapi baiklah, jika ingin bermain, aku pun bisa menjadi pemain yang pro. Jadi ketika laki-laki itu baru selesai mandi dan bersiap untuk kerja, kuulurkan sebuah kotak kecil untuknya sambil tersenyum ceria. "Hadiah buat Mas." "Apa ini?" "Permen." "Aku nggak suka yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN