Bab 22: Teleprompter

2091 Kata

"Pagi, Pak, Bu, permisi." Suasana di sekitar rumah Ibu Ratu saat pagi hari adalah hidden gem. Tempat ini sangat sunyi seperti di film-film Ghibli, dan setelah mengalami fase mual yang nggak bisa dihindari, jogging dalam vibes asri seperti ini sangat kubutuhkan, hitung-hitung untuk mengenal warga sekitar sekaligus penghiburan di saat bosan. Aku memutar di daerah tersebut, lalu berkenalan dengan beberapa tukang sampah yang lewat, dan memutuskan untuk makan bubur ayam abang-abang pinggir jalan. Pertama karena gerobaknya yang berwarna biru mencolok lumayan menarik. Kedua, kurasa karena Gale yang pernah membawaku makan di pinggir jalan mulai membawa pengaruh positif. Meskipun bingung karena tanpa meja dan hanya duduk di sebuah kursi plastik, aku tetap menikmatinya. Gale semalaman sangat s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN