Malam harinya El dan Shafa baru saja pulang dari supermarket terdekat. Mereka baru saja selesai membeli beberapa kebutuhan pokok yang habis. Kini keduanya sudah berada di pantry tengah membereskan barang belanjaan mereka tadi. "Abang mau makan lagi nggak?" tanya Shafa lalu menaruh berbagai macam buah-buahan itu ke dalam kulkas. El yang baru saja selesai menenggak air minumnya pun menoleh. "Boleh," sahutnya cepat. "Abang nanti minta tolong buatkan mie instan ya, Fa," ucap El lalu berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Shafa yang terlihat masih sibuk di depan kulkas. "Iya." Ucapan Shafa terhenti, saat ia membalikkan badannya dan merasakan lengan kekar seorang pria telah memeluknya dengan erat. Siapa lagi pelakunya kalau bukan pak jaksa yang tampan itu. "Kenapa kok mukanya merah gitu?

