"Sudah Ma, jangan nangis terus." Papa Rudi masih terus mengelus rambut sang istri, meminta wanita paruh baya itu untuk berhenti menangis. Ya, sejak satu jam yang lalu mama Rieta memang bersedih apalagi selepas membaca surat gugatan cerai dari pengadilan untuk anaknya Dion. Mama Rieta tidak menyangka bahwa Shafa akan benar-benar mengambil langkah perpisahan pada masalah rumah tangganya. Tadinya mama Rieta pikir Shafa akan berlapang hati memaafkan kesalahan Dion. "Bagaimana ini Pa? mama nggak mau Shafa sama Dion bercerai," ucap mama Rieta dengan raut wajah yang begitu sedih, bahkan air matanya pun sedari tadi tak berhenti mengalir. Papa Rudi terlihat mendesah nafasnya berat. "Sudahlah Ma. Kita nggak boleh egois. Mama tahu sendiri separah apa Dion menyakiti Shafa." Pria paruh baya itu men

