Shafa terpaku di tempatnya. Meski tidak mengenal siapa pria paruh baya ini. Tapi, Shafa yakin sekali kalau yang tengah berdiri di hadapannya sekarang adalah orang tua El. Apalagi saat tadi pria paruh baya itu mengatakan ini adalah apartemen anaknya. "Saya teman." Ucapan Shafa pun terputus, saat ia merasakan sebuah tepukan lembut di bahunya. Sontak Shafa pun menolehkan kepalanya seketika. "Siapa Fa?" tanya El dengan lembut dan betapa terkejutnya pria itu saat tahu sosok pria paruh baya yang ada di depannya saat ini. "Lho Papa? ngapain ke sini?" tanya El terlihat to the point tanpa basa-basi. Papa Seno pun menggelengkan kepalanya heran. "Ya, Papa mau main aja ke apartemen kamu, masa nggak boleh?" El tampak menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal. "Boleh Pa. Ayo masuk kalau gitu," u

