Sahabat Terbaik

1078 Kata

"Ehem." Shinta berdehem cukup keras. Ia tampak menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan adiknya itu. "El, kamu ngapain nemplok begitu sama istri orang," tegur Shinta lalu mendudukkan dirinya di atas sofa. "Shafa, lebih baik kamu pindah duduk disini," titah Shinta lalu menepuk pelan sisi kosong di sampingnya. "Apaan sih lo Kak, ganggu aja." El menggerutu dengan kesal saat kegiatan mengasyikkannya telah di ganggu oleh sang kakak. Shinta mencebikkan bibirnya kesal. "Bini orang nih, jangan main sosor aja!" Shinta mencoba memperingati adiknya sekali lagi. "Shafa, buruan kesini!" Shafa pun mengangguk, ia pun beringsut lalu berpindah duduk di samping Shinta. "Maaf Kak." Shafa menjadi tidak enak. Ia merasa kalau Shinta tak begitu menyukai kedekatanya dengan El. "No problem," sahut Shinta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN