Pukul tujuh malam Shafa mengirim pesan pada El. Sesuai perintah pria itu tadi Shafa pun meminta El menjemputnya di kontrakan Vina. Sambil menunggu kedatangan El, wanita itu kembali berbincang sebentar dengan sahabatnya di teras. "Vin, lo ngerasa dingin nggak sih?" tanya Shafa lalu mengusap-usap kedua tangannya mencari kehangatan. Tiba-tiba saja Shafa merasa hawa dingin menusuk persendian tulangnya. Vina yang baru saja selesai mengangkat jemuran pun menoleh. "Lha nggak. Ini lihat keluar keringat banyak di muka gue," tunjuk Vina pada wajahnya yang telah basah karena keringat. Wanita itu lalu berjalan dan menaruh pakaiannya dan tak lama Vina pun keluar lagi lalu mendudukkan dirinya tepat di sebelah Shafa. "Lha lo kenapa, Fa?" tanya Vina kebingungan saat melihat Shafa mengatupkan bibirnya se

