El masih pada posisinya, mengalah dan membiarkan saja Shafa berbuat sesuka hatinya. Pria itu pun terus mencoba sabar agar tidak tergoda oleh gerak-gerik Shafa. Ya, meski sebagian dari jiwanya sudah meronta minta di keluarkan. El mendesah pelan, pria itu lalu mengelus kening Shafa. Ia tambah terkejut karena ternyata panas di tubuh Shafa semakin tinggi. Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, El pun turun dari atas ranjang, bermaksud ingin segera membawa wanita itu ke rumah sakit. Namun, El pun tersadar akan satu hal, ternyata Shafa masih masih memakai seragam dinasnya. Rupanya sedari tadi Shafa belum mengganti pakaiannya. Dengan cekatan pria itu lalu mengambil baju Shafa di dalam lemari hendak menggantikannya. El kembali menahan nafas dan nafsunya saat melakukan hal ini, bagaimana tid

