Dion Yang Khilaf

1185 Kata

Nyaman, aman, damai, dan tenang. Hal itu yang kini Shafa rasakan saat berada di pelukan El. Satu hal yang Shafa rindukan dari suaminya karena secara tidak sadar memang Dion sudah tidak menyentuhnya hampir dua bulan. Semula Shafa pun bersikap maklum karena ia pikir mereka berdua sama-sama sibuk dan kelelahan setiap malamnya, tapi terbongkarnya perselingkuhan sang suami membuat Shafa sadar ternyata selama ini Dion telah menemukan rumah barunya untuk pulang, dan itu bukan Shafa tentunya. "Maaf Pak," ucap Shafa begitu lirih. Wanita itu lalu melepaskan tautan tangannya yang melingkar di tubuh El. Ini kedua kalinya Shafa memeluk tubuh kekar pria itu dengan erat, meski nyaman Shafa pun harus sadar diri karena tidak mungkin ia terus menempel pada El bisa-bisa disebut w************n oleh pria itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN