“Sudah kau atur? Sudah kau pastikan dia benar-benar akan keluar dari apartemen Dalen?” Paumy bertanya sembari terus memotong daging di atas piringnya. “Kalau semuanya berjalan dengan baik, harusnya wanita itu pasti ingin keluar, Nyonya. Saya sudah menyusun semuanya dengan baik, serapi dan setenang mungkin. Jika nanti wanita itu ketahuan keluar dan berniat kabur dari apartemen Tuan Gabino, kita tidak akan terseret.” Paumy tersenyum miring. Ia menyuap potongan steak ke dalam mulutnya, lalu mengunyah dengan anggun. “Kali ini harus berhasil, Vram. Jika kau berhasil, aku akan memberimu bonus berkali lipat.” Vram menunduk hormat. “Saya akan berusaha, Nyonya.” Paumy memandangi daging di piringnya dengan sorot bak seorang psi-kopat. Ia menya-yat daging itu dengan gerakan cukup agre-sif, seakan

