"Eliza, kau mau belajar memasak?" "Uwawawawa!" Saat aku bertanya. Tiba-tiba saja Eliza hampir saja menjatuhkan beberapa buku yang dia bawa. Untung saja aku bisa menahannya agar tidak jatuh. Meski aku bilang menahannya, aku menahannya dengan menggunakan kepalaku karena kedua tanganku saat ini juga sedang membawa dua buku tentang pengendalian mana. Aku merasa ada sedikit benjolan pada kepalaku. Yah mungkin itu hanya perasaanku saja. "K-Kenapa kau berasumsi begitu?" "Hmm? Bukankah itu sebabnya kau membawa buku-buku memasak sangat banyak?" Eliza memalingkan mukanya. Lalu mengangguk beberapa kali. Sungguh, dia gadis kikuk sekaligus pemalu seperti biasanya. Akhirnya kami sampai di sebuah bangku, duduk berseberangan dan kami pun memutuskan untuk tidak saling mengganggu dan fokus membaca buk

