68 Pernah nggak, merasa ingin mencekik orang karena kesal? Hal itulah yang kurasakan saat ini. Melihat tingkah APS yang menyebalkan membuatku senewen. Bertambah kesal karena dari baru tiba di kantor tadi pagi, Aa' Andre sudah belasan kali menelepon hanya untuk menanyakan hal-hal remeh. Pria muda berwajah imut dengan jambul pelok di depan rambut itu kembali melintas menuju meja kerja Chelsea. Dari posisiku yang sedang duduk-duduk di kursi seberang meja Thomas, semuanya jelas terlihat. Walaupun Chelsea menyambutnya dengan ramah, tapi aku tahu, di lubuk hati yang terdalam dia pasti ingin menonjok APS. "Ananda Prasetyo Selalusetiaselamanya! Ditunggu di ruangan!" seruku sambil jalan masuk ke ruangan pribadi. Beberapa detik kemudian wajah imut APS muncul sembari mengulaskan senyuman leb

