65 Mentari pagi bersinar dengan semangat. Menyentuh kulitku yang terbuka dengan kehangatan yang menyenangkan. Aku melanjutkan aktivitas yoga dengan santai. Diiringi lagu lembut dan mendayu milik band Linkin Park. Tiba-tiba sepasang tangan besar menutupi mataku. "Tebak, siapa hayo!" ujarnya. "Aming," jawabku. "Salah." "Sule." "Salah deui." "Mandra." "Aih, kenapa nyebutnya yang kurus semua sih?" "Ya udah, kuda nil." Suara tawa Aa' Andre bergema di seputaran kolam renang. Pria yang mengaku ganteng itu menurunkan tangannya dan berpindah ke perut. "Anak papi lagi yoga, ya?" tanyanya sambil mengusap perutku yang kian membuncit. "Nggak, dari tadi dia jumpalitan mulu," jawabku. "Yang kalem atuh, Nak. Jangan ngikut geragasannya Mami." "Hmm, perasaan yang pecicilan itu Papi

