Pisang

1361 Kata

64 Beberapa orang pelamar sudah bersiap-siap di ruang tunggu, saat aku tiba di kantor pagi ini. APS tampak merapikan jambul ayamnya itu puluhan kali, mungkin ingin menebar pesona pada ketiga perempuan di deretan sebelah kanan. "Oke, Sher. Pelamar pertama boleh dipanggil," ujarku yang sudah memantapkan posisi duduk di kursi kesayangan. "Sekarang, Bos?" tanya Sherina yang masih duduk di sofa. "Nggak, nanti habis lebaran haji," sahutku. Sherina tersenyum dan berdiri. Jalan ke pintu dan membuka benda berat warna abu-abu keunguan itu dengan cepat. "Chelsea, silakan masuk," ujarnya dengan suara lembut. Beberapa saat kemudian, seorang perempuan muda berambut sebahu, berwajah manis dan mengenakan kacamata berjalan masuk dengan anggun. "Selamat pagi, Bu," sapanya dengan sopan. "Selamat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN