Takut Gepeng

1540 Kata

61 "Dari mana, Mi?" tanya Aa' Andre dengan suara yang sepertinya dilembut-lembutkan. "Dari Paris," jawabku asal. Jalan cepat memasuki rumah setelah menggeser pintu kaca lebih lebar. "Prancis?" Dia mengekor. "Resto d'Paris." Aku membuka lemari di pantry dan mengambil gelas. Menuangkan air bening dan meminumnya hingga habis. "Oh, restonya Derry, ya." Aku hanya mengangguk, malas untuk melanjutkan obrolan dengannya. Membalikkan tubuh dan membuka kulkas, mengambil buah pear dan mencucinya di wastafel. Mengusap buah berukuran sedang itu dengan tisu sebelum menggigitnya dengan semangat. "Kenapa telepon papi ditolak terus?" Aa' Andre duduk di kursi tinggi depan pantry. "Ngapain juga nelepon? Mami kan lagi kongkow," sahutku dengan nada suara meninggi. "Wajar dong kalau suami nelepo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN