59 Sore harinya, Evita beneran datang bersama Bertrand, dengan mengendarai mobil mungil milikku. Pelukan dan ciuman hangat dari sang bunda, ditanggapi biasa saja oleh Revanaka. Bayi bongsor itu malah sibuk memainkan bros berbentuk kupu-kupu di blus Evita. Aa' Andre mengajak Bertrand mengobrol di teras belakang. Sementara aku, Evita dan Silviana berkumpul di teras depan kamarku. Revanaka sedang diajak jalan-jalan oleh Makdi dan pria kriwil cepak dengan menggunakan motor matic terbaru pria tersebut. "Sukses nggak?" tanya Silviana sambil mengunyah kedondong. "Sukses, walaupun aku deg-degan," jawab Evita dengan pipi yang bersemu merah kehijauan. "Kenapa deg-degan? Kan udah pernah," timpalku dengan tampang polos. "Sejak lahiran kan aku udah nggak pernah disentuh pria. Jadi Bertrand

