56 Jum'at pagi yang heboh. Dimulai dengan pengangkutan barang-barang hantaran yang seolah-olah tidak habis-habis. Isah, Pak Tarno, pria kriwil cepak dan Silviana sudah bolak-balik puluhan kali, sebelum akhirnya semua selesai diangkut. Mobil besar milik Mas Andra yang kami pinjam khusus untuk mengangkut barang sudah nyaris meletus karena kepenuhan. Demikian pula dengan bagian belakang mobilku dan mobil Aa' Andre, banyak barang saling tumpang tindih dan hanya menyisakan sedikit tempat untuk penumpang. Akhirnya diputuskan untuk mengirim Pak Tarno ke rumah orang tuaku, memindahkan sebagian barang dari mobil besar ke bus. Aku menelepon Mama dan minta untuk menunggu sampai Pak Tarno tiba. Seorang supir kantor bernama Kasep, menyetir mobilku yang semungil pemiliknya dengan hati-hati. M

