Tiga Minggu

1550 Kata

47 Hari demi hari dilalui dengan kondisi tubuh yang turun naik. Kadang lemas beberapa jam, setelah makan siang baru bertenaga kembali. Sorenya lemah lunglai, disodorkan cemilan enak barulah aku bisa semangat lagi. Aa' Andre hanya bisa mengelus dagu yang ditumbuhi beberapa lembar janggut tipis, melihat tingkahku yang semakin aneh. Seperti hari ini, aku menangis tersedu-sedu karena dia dan Makdi mencukur rambut Revanaka. "Apaan sih, Mi? Cuma dirapiin doang itu belakang dan sampingnya," ujar Aa' sembari mengusap pundakku dengan pelan. "Mami tuh udah bercita-cita rambutnya digondrongin, Pi. Biar bisa header gitu loh!" seruku dengan sedikit emosi. "Header? Naon tah artina?" (Apa tuh artinya?) "Yang kayak rocker itu loh, kibas-kibas rambut." Aa' Andre terdiam sesaat, kemudian mengelus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN