74 Seketika hening. Yang kudengar hanya bunyi detak jantung sendiri. Berusaha untuk tetap tenang dan santai, walaupun sebenarnya batin bergemuruh. Adelard Hompimpa menyunggingkan senyuman yang dulu pernah memesona, tapi sekarang rasanya biasa saja. Bagiku, pemilik lesung pipi dua dan berperut six bag-lah yang telah bertahta di hati. Tidak ada lagi tempat buat orang lain, terutama mantan. "Tapi aku nggak kangen sama Kakak," ucapku dengan memasang mimik sedatar teflon. "Oh, ya? Padahal aku ini tetap menawan," sahutnya sambil mencondongkan tubuh ke depan. "Dan sepertinya lebih kaya dari suamimu," lanjutnya yang membuat ubun-ubunku berdenyut. Tendangan kecil di perut membuatku sadar, mungkin Andre junior tidak terima papinya disepelekan seperti ini. Aku menghela napas dan mengembuskann

