Bolu Bantet

2034 Kata

73 "Mama nggak apa-apa, Sayang," ucap perempuan dewasa tersebut dengan suara pelan. "Nggak apa-apa, cuma keseleo dan lebam aja. Gitu nggak apa-apa katanya!" protesku sambil menyusut sudut mata. Mama mengulum senyum, mengusap tanganku yang sejak tadi menggenggam jemarinya. Sementara Aa' Andre mengusap punggungku dengan pelan. "Udah diurut ini, mendingan. Bentar lagi sembuh," imbuh Mama. "Ke dokter aja, ya, Ma, dirongent dulu," ajak Aa' Andre. "Iya, Ma, biar jelas. Aska takut kalau Mama kenapa-kenapa," pujukku. Mama mengalihkan pandangan pada pria yang telah menjadi suaminya semenjak dua puluh lima tahun yang lalu. Papa mengangguk, pertanda menyetujui usul kami. Aa' Andre dibantu Mpus Zacky, menggendong Mama masuk ke mobil. Mama meringis saat didudukkan, mungkin menahan sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN