Wajah Mirip Itu Jodoh

1553 Kata

72 Asisten baru yang dibawa Pak Tarno, bernama Ninim dan Ati. Keduanya masih muda dan sangat mungil. Aku sampai ngeri mereka kegencet lemari pantry. Akan tetapi, ternyata gerakan keduanya sangat gesit. Penurut dan ramah. Terlalu ramah sampai-sampai orang yang datang buat minta sumbangan pun diajak makan. "Nim, Ati, kadieu gera'," panggilku setibanya di rumah setelah bekerja. (ke sini cepat) Kedua gadis itu jalan ngepot dari teras belakang. Duduk di lantai sambil menatapku dengan mata berbinar. "Kenapa duduk di situ? Sini aja," ujarku sambil menepuk-nepuk sofa. "Isin ahh, Teh," sahut Ninim. (malu) "Naha' pake malu sagala? Di sini gak ada perbedaan antara bos dan karyawan. Tanya aja ke Isah," timpalku yang mendapatkan acungan jempol dari Isah, yang tengah menyiapkan air minum ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN