71 Sore hari yang sangat dingin, membuatku menggigil dan lebih memilih berselimut sambil mengikuti berbagai rangkaian acara di ruang tengah paviliun satu. Kali ini diadakan lomba kartu remi secara berpasangan. Aku satu tim bersama Sherina. Aa' Andre bersama Papa. Mpus Zacky bersama Bertrand. Sedangkan Evita berpasangan dengan Isah. Masing-masing regu bersaing dengan ketat. Saling ledek dan hina mewarnai permainan ini. Tentu saja, sembari menikmati sajian singkong goreng keju dan keripik basreng pedas. Mama dan Makdi bergantian menjadi wasit, sambil menjaga Revanaka yang tengah sibuk bermain sendiri, alias guling-gulingan di lantai. "Pi, jangan curang deh!" desisku. "Hmm? Curang gimana?" Aa' Andre pura-pura memasang wajah lugu. "Itu, kartu diselipin bawah paha." "Mana? Manaaa

