Hana baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya. Wanita ini mengernyit ketika mendengar bel pintu apartemennya berbunyi. Hal itu sudah dia dengar semenjak di dalam kamar mandi tadi. Tapi Hana pikir mungkin itu bel apartemen dari Ava. Untuk memastikan, wanita ini dengan segera menuju ke arah pintu dengan masih menggunakan jubah mandinya. Hana melihat dari lubang yang terdapat di pintu. Wajah pria yang tak asing tertampang di depannya sekarang. Hana kembali ke dalam kamar untuk mengambil ponsel, lalu mendial nomor seseorang di sana. “Halo.” “Halo. Apa kamu berada di depan apartemenku sekarang?” tanya Hana. “Ya.” Hana tanpa sadar mengigit bibirnya, untuk apa pria itu ke sini? “Em, aku baru selesai mandi, apakah kamu bisa menunggu sebentar?” tanyanya dengan suara kecil

