Hana hanya bisa mengandalkan senter di ponselnya. Dia merasakan tangan yang Saddam lingkarkan ke perutnya perlahan mulai mengendur. Hana yang masih tetap berada di pangkuan pria itu pun mencoba untuk berpindah. Duduk seperti itu membuatnya kurang nyaman juga. Hana dengan pelan mencoba untuk melepaskan tangan besar Saddam lebih dulu. Namun gerakan itu membuat Saddam kembali terjaga dan kembali mengeratkan pegangannya. Hana mengembuskan napas lelah. Sejak tadi dia bingung kenapa pria ini malah bersikap aneh. “Aku lelah duduk seperti ini. Apa kakimu tidak kram berada di posisi seperti itu sejak tadi?” kata Hana. Saddam terdiam, membuat wanita ini menjadi gemas sendiri karena sejak tadi pria itu tak mau mengeluarkan suaranya. “Lama-lama kamu seperti batu. Benar, jadilah batu saja, itu jauh

