Apa yang Hana takutkan ternyata benar-benar terjadi. Entah siapa yang memulai menyebar foto-foto kebersamaan Hana bersama Saddam dan keluarganya saat di Bali. Yang jelas foto itu sudah tersebar di ponsel karyawan kantor. Dan saat Hana menginjakkan kaki di kantor paginya, dia langsung menjadi pusat perhatian. Entah para karyawan itu berbicara pelan-pelan atau malah disengaja dikeraskan. Yang pasti ini bukan pertanda baik bagi Hana. “Aku tidak menyangka dari sekian banyaknya sekretaris, dia akhirnya bisa memikat Pak Saddam.” “Bukankah ini tak adil? Dia memiliki hubungan dengan Pak Saddam dan menjadikan dirinya bisa liburan bebas bersama.” “Kasihan Pak Harry yang selalu menghandle pekerjaan Pak Saddam setiap kali keduanya liburan bersama.” “Bukankah beberapa minggu lalu mereka juga tak ke

