"Hai, Ibu," sapa Hana ketika baru keluar dari kamar hotel di pagi hari. Tadinya dia sedang bersantai, menunggu waktu sarapan datang. Tetapi dia di kejutkan dengan ketukan di pintu. Dan ternyata itu adalah ibu Saddam. "Selamat pagi, Nak. Ayah dan Saddam sudah berangkat duluan. Ayo kita turun," ajak wanita tersebut. Hana mengangguk. Bersama dengan ibu Saddam, wanita ini berjalan menuju lift untuk turun ke bawah. Terlihat aura kebahagiaan tampak di wajah wanita paruh baya ini. "Bagaimana hubunganmu dengan Saddam? Apakah sudah ada kemajuan?" tanyanya yang membuat Hana sempat tertegun beberapa saat. "Ah, iya, Bu. Hubungan kami semakin baik-baik saja," jawab Hana. Ibu Saddam mengusap tangan Hana dengan lembut. "Sudah lama Ibu ingin memiliki menantu. Melihat Saddam menikah dengan wanita yan

