“Ayo, Hana.” Wanita ini sedang di tarik paksa oleh ibu Saddam. Mengatakan jika ada hal penting yang harus Hana lihat. Namun langkah kaki mereka tak kunjung berhenti menyusuri lorong-lorong kamar hotel dan lift juga. “Nah, kamu pakai kain penutup ini ya,” perintah wanita paruh baya tersebut yang membantu Hana memakai penutupnya. Pantas saja sejak tadi wanita ini membawa kain panjang yang Hana tak tau kegunaannya. Setelah sudah di tutup, Hana di minta untuk berpegangan pada tangan ibu Saddam. Keduanya melangkah menuju pintu yang sudah wanita itu buka lebih dulu tadi. Hana berjalan sangat hati-hati, takut jatuh juga. Berjalan ke depan cukup lama, akhirnya mereka sudah sampai di tempat tujuan. Hana di minta untuk duduk lebih dulu. Kemudian dia merasakan jika kain penutupnya akan di buka.

