Erlangga singgah di rumah mertuanya pagi-pagi sebelum menuju kantornya. Namun rumah mertuanya nampak sangat sepi. Erlangga memasuki rumah mertuanya dan menanyakan kepada bibi keberadaan istrinya. Erlangga di buat syok kalau bibi mengatakan Tari dan keluarganya berangkat tadi malam entah ke mana. "Aku harus telfon Tara sekarang, mereka pasti mengetahui kehamilan Shiena dan menyangka benar itu adalah anakku makanya mereka membawa kabur Tari jauh dariku." Gumam Erlangga pelan. "Kamu gak aku izinkan pergi dari hidupku sayang. Gak akan pernah." Batin Erlangga. "Si al nomor Tara pakai hak aktif segala. Apa mereka ke luar negeri yah?" Tanya Erlangga dalam hati karna telah berulang kali menghubungi Tara namun nomornya tidak bisa dihubungi. "Gue ke kantor ajalah dulu nanti sore atau malam gu

