BAB 129

4313 Kata

Alexa tengah bersiap menunggu kepulangan suaminya. Ia berjalan mondar-mandir dengan gelisah di dalam kamarnya, sesekali ia melirik jendela kamarnya yang mengarah ke halaman depan berharap sang suami akan memunculkan batang hidungnya di jalan setapak dekat pintu masuk. Hari masih sangat pagi, namun Alexa benar-benar sudah tak sabar untuk menanyakan langsung perihal robekan kain yang mirip dengan sapu tangan sang suami. Matahari yang masih mengintip malu-malu dari tepi cakrawala pun kini mulai menunjukkan sosoknya, pertanda jikalau waktu terus bergulir dengan cepat. Karena tak sabar, Alexa pun segera menyambar ponselnya lalu menelepon nomer suaminya. Tapi, selang semenit kemudian yang menyambutnya hanyalah suara operator. Suaminya tidak mengangkat telepon darinya, bahkan meski Alexa sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN