Pagi yang cerah dengan langit biru indah memanjakan mata. Kicauan burung-burung yang bernyanyi semakin menyempurnakan hari ini, namun nampaknya itu tidak berlaku untuk ku. Setelah nyaris empat bulan berlalu, kesuraman ini masih belum juga mau pergi dari hari-hari ku. Meski aku telah resmi menyandang status lulusan SMA. Bahkan pesta kelulusan sudah berlalu hampir seminggu yang lalu. Tapi, tetap saja aku tidak bisa membungkam pikiranku yang terus memutar memori kejadian empat bulan yang lalu. Kejadian mengerikan yang merenggut nyawa Beatrice. Sampai sekarang pun, terkadang aku masih sering mengalami mimpi buruk tentang hal itu. Mimpi buruk di mana wanita itu menjerit meminta tolong padaku sebelum lehernya di putar ke belakang, meninggalkan jejak bunyi tulang patah yang memuakkan oleh Kennet

