“Kamu percaya kan dengan penjelasan saya barusan?” tanya Rafa dengan tatapan penuh harap. Kedua tangannya menggenggam tangan Humairah. Matanya terlihat sayu memancarkan kejujuran. Untuk kali ini Rafa tidak berbohong. Ia berkata jujur karena itulah kebenarannya. Ia tidak ingin Humairah pergi meninggalkannya. Entahlah, tiba-tiba ia takut akan hal tersebut. “—“ Humairah terdiam. “Kamu kenapa diam saja? Jawab, Humairah!” “Huhh..” Humairah menghela nafas kasar. Ia tidak tahu suaminya berbohong atau tidak. Tapi, ia bisa melihat kejujuran di mata suaminya. Humairah bisa mengetahui suaminya berbohong atau tidak, ia bisa melihat hal itu dari sorot matanya. Namun ia tidak bisa memastikan hal itu karena sudah banyak kebohongan yang telah dia perbuat. “Saya berkata jujur, Humairah.” “Kal

