Keesokan harinya “Humairah!” panggil Rafa “—“ Karena kejadian tadi malam Humairah merajuk. Ia tidak suka dengan cara Rafa untuk menyelesaikan masalah. Bukannya meredahkan ego’nya laki-laki itu justru berbuat sesuatu yang membuat Humairah tidak bisa berkutik. Humairah tidak bisa membantah apapun alasannya. “Kamu kenapa sih?” Rafa memegang kedua lengan Humairah memintanya sebuah jawaban. “Apasih?!” Mood Humairah benar-benar berantakan pagi ini. Bahkan hanya untuk sekedar menatap wajah suaminya ia malas. “Kamu kenapa?” tanya Rafa “—“ “Kalau ditanya itu dijawab, Humairah!” Humairah melepas paksa kedua tangan Rafa dari lengannya. Tanpa menjawab ia melangkah pergi begitu saja. Ia enggan bicara dengan suaminya. Diam adalah solusi yang tepat untuk menghadapi Rafa. Rafa menyusul

