Humairah menggelengkan kepalanya. Ia masih berusaha untuk menahan diri. “J-jangan, mas!” lirihnya “Bilang sekali lagi!” “Enggak. Jangan lakukan apapun, mas.” “Ck.” Rafa berdecak kesal mendengar jawaban istrinya. Meskipun tidak mendapat izin dari Humairah, Rafa tetap melakukannya. Ia yakin Humairah menginginkan hal yang sama, hanya saja dia mampu untuk menahan diri. Rafa sudah tidak tahan untuk tidak melakukan lebih dari ini. Di sisi lain, Farhan berjalan menuju ruangan Rafa. Bibirnya tidak berhenti tersenyum karena ia sudah tidak sabar untuk makan siang. Ia sudah diberitahu oleh Rafa jika Humairah membawakan makan siang untuknya. Enak sekali mempunyai Bos baik hati seperti istri atasannya itu. “Bu Humairah bawa makanan apa ya?” gumamnya “Nggak sabar sekali makan siang. Nggak m

