Mereka telah sampai di bandara Soekarno-Hatta, Clara sebenarnya masih marah kepada suaminya itu tapi dasar Zikri yang engga peka, dia masih saja bersikap biasa, padahalkan Clara ingin dibujuk agar kesalnya meredam sama halnya rasullulah ketika merayu istrinya. Tidak jauh dari tempat mereka Lian telah menunggu menggunakan mobil. Zikri segera menuju mobil Lian karena dia tahu no.platnya, warna, bahkan bentuk, ban, spion. Zikri mengetuk pintu mobil Lian. "Buka yan!" ucap Zikri cepat. Clara yang berada di genggaman tangan Zikri mengikuti saja mau di bawa kemanapun. Lian segera membuka pintu mobil untuk Zikri dan Clara. "Wah! Pak Bro tambah ganteng aja," goda Lian pada Zikri. Zikri yang mendengar itu ingin mendengus sebal. "Cepetan yan! Udah telat nih!" perintah Zikri dengan tidak saba

