Semua itu butuh proses

692 Kata
                                                                Kau perlu bersyukur dengan                                                                        Status jomblo itu,                              Dengan cara itu Allah mengistirahatkan hatimu dari cinta yang salah.           Zikri memakan sandwich buatan Clara, rasanya sangat enak. Ntah kenapa sekarang Zikri punya makanan favorit baru, yaitu masakan buatan Clara. Mereka makan dengan khidmat, Zikri menoleh ke arah Clara. "Kamu makan yang banyak, lihat badan kamu kecil gara-gara makan dikit," omel Zikri dengan masih fokus pada makanannya. "Ihh nanti aku gendut Pa... Ehh Mas," jawab Clara hampir kepeleset. Zikri menatap Clara dalam diam, "Istriku pintar, aku suruh panggil mas dan dia menuruti," sindir Zikri karena Clara masih saja kaku dengan panggilan itu. DRTTTTTT.... Suara HP Zikri di atas meja yang terus saja berbunyi mungkin ini yang ke 15 kalinya. Zikri segera mengangkat telepon dari seseorang. Clara yang sudah selesai makan segera saja mencuci piring di dalam kamar hotel yang lengkap itu. Zikri kembali ke tempat duduk dan menghabiskan makanannya. Dia beranjak ke arah wastafel untuk mencuci piring, tapi Clara segera mengambil piring tersebut dan mencucinya. Zikri menemani Clara mencuci piring, dia lalu menyampaikan sebuah berita  kepada Clara. "Sore ini kita pulang ya! Soalnya ada pekerjaan yang harus aku tangani dan tidak dapat di wakilkan," jelas Zikri yang sebenarnya tidak enak hati kepada istrinya itu, Zikri menatap muka kecewa Clara, sejujurnya Zikri masih ingin menemani Clara jalan-jalan, namun pekerjaan ini tidak dapat ditinggal lagi. Clara paham dengan kesibukkan Zikri  yang seorang CEO, dia juga tidak mau menjadi wanita egois. Walaupun di dalam lubuk hatinya masih ingin disini. "Siap Mas," ucapnya semangat agar menyembunyikkan rasa kecewanya. "Kamu beresin semua barang kamu, jangan sampai ada yang ketinggalan,biar aku aja yang beresin barangku sendiri," ujar Zikri lembut. *****   Clara segera membereskan barangnya, sedangkan Zikri sudah selasai menyusun bajunya sejak satu menit yang lalu. Hari telah siang, Zikri dan Clara segera saja menaikki taksi menuju Bandara. Sejak tadi Clara hanya diam, biasanya dia tidak akan berhenti mengoceh, Zikri yang tahu itu rasanya tidak tega mengecewakan hati istrinya. "Nanti kalo kerjaanku udah selesai. Kita bisa liburan lagi," kata Zikri mencoba membujuk Clara agar tersenyum. Clara yang tersadar dari sikapnya segera saja menggelengkan kepalanya. "Ehh enggak usah mas," tolak Clara dengan muka yang kembali ceria. "Lagian siapa yang mau liburan?" tanya Clara dengan gelak tawa yang ditahan. "Akutu pengen s**u boneeto," timpal Clara lagi. "Nanti kalo udah sampai bandara kita beli," ucap Zikri.  Yang membuat senyum di bibir Clara kembali tercetak. "Tapi, kamu setelah kita pulang ke Jakarta engga perlu kerja lagi, cukup diam dirumah saja atau melanjutkan kuliah," perintah Zikri dengan serius. Clara yang mendengar itu ingin memprotes tapi Zikri sudah mengeluarkam suara terlebih dahulu. "Kalo kamu protes, berarti kamu udah menentang ucapan suami." peringat Zikri lalu memfokuskan diri ke Tablet yang berisi E-mail perusahaan. "Tap....i..." kata Clara terputus sebelum selesai kalimat yang akan dia ucapkan HP Zikri berbunyi, terpaksalah Clara diam kembali. "Iya ini udah di jalan, bentar lagi sampe bandara," ucap Zikri menjawab telepon di seberang sana. "Coba kamu Handle dulu," jawab Zikri. Muka Zikri terlihat sangat serius sepertinya ada masalah yang cukup serius, Clara hanya diam sambil menatap keluar jendela. Zikri telah selesai menelepon seseorang di seberang sana, dia kembali fokus kepada layar Tabletnya. Clara yang melihat itu, merasa diabaikan. "Apa Tabletnya itu lebih menarik dari istrinya?" omel Clara dalam hati.                                                                                         ****** Mereka telah sampai di Bandara Internasional Ngurah Rai. Zikri masih saja sibuk dengan pekerjaanya, sedangkan Clara di abaikan. Rasanya Clara ingin melempar Zikri dengan sepatunya karena mengabaikan Clara. Langkah Zikri juga sangat lebar yang membuat Clara kesulitan mengikuti. "Ihh nyebelin banget," gerutu Clara dengan suara pelan tapi tak henti-hentinya mengomel. "Katanya janji mau beliin Boneeto,tapi apa sekarang? Sibuk sama kerjaan," jawab Clara masih saja ngudumel di sepanjang langkahnya. Zikri yang baru menyadari Clara jauh tertinggal di belakangnya, segera saja menarik Clara menuju pintu keberangkatan, karena pesawat mereka akan segera terbang. “Makanya jangan pendek,” ucap Zikri bercanda. “Kamunya yang ketinggian,” protes Clara namun dia masih mengikuti langkah lebar Zikri. Kamu layaknya bongkahan es Yang dapat mencair namun berubah kembali Seperi halnya perubahan sementara Pangeran es dari kutub Utara Terlihat bersinar Banyak yang ingin menyentuh Tapi selalu dingin Aku hanya petualang Yang tanpa sengaja masuk Dihidup pangeran es Dan berharap menjadi pencair pangeran es.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN