Pak bos ♥♥♥

1175 Kata
                                                                   “Sungguh jatuh cinta itu                                                                 Hanyalah kuasa sang rabb                                 Dan kau hambanya hanya tinggal memperbaiki diri menjadi lebih baik.”     Zikri yang menggendong Clara sampai ke hotel menjadi tontonan gratis semua orang, banyak dari para wanita berdecak iri ke arah Clara. Sedangkan ada juga yang ingin membunuh Clara karena merasa dia yang lebih pantas berada di dekat Zikri. Tapi namanya Zikri dia tidak peduli dengan omongan oranglain, karena dalam kamus hidupnya hanya Allah yang berhak mengadili dan maha adil dari segalanya, maka manusia tidak punya hak mengomentari hidupnya. Zikri langsung saja menuju kamar hotel mereka yang bernomor empat ratus tiga. Zikri merasakan nafas teratur dari belakang punggungnya. Pastilah Clara tertidur sangat nyenyak. Zikri pun membuka pintu kamar mereka lalu dia meletakkan Clara di atas tempat tidur. Dia bingung bagaimana caranya membangunkan Clara, untuk menyuruh mengganti pakaiannya yang basah walaupun baju Zikri juga sama basahnya. Zikri tahu dia dan Clara sudah sah, namun Zikri tidak mau melukai hati Clara nantinya, jika dia bertindak dengan semaunya. Zikri membangunkan Clara walaupun dia tidak tega melihat wajah lelah istrinya. "Ra, bangun," ujar Zikri lembut dan mengusapkan tangannya kearah pipi Clara yang membuat istrinya itu terbangun. Clara yang merasakan lengannya digoyangkan mengerjap bangun. "Ohh iya ya, aku ketiduran ya?" tanyanya bingung. Zikri mengaggukan kepalanya. Dia ingin mengambil bajunya di dalam lemari hotel namun tangannya di cegat oleh Clara. "Biar Clara aja," ucap Clara langsung beranjak dari tempat tidur. Clara tahu kewajiban-kewajiban apa saja yang harus di lakukan oleh seorang istri, termasuk mengambilkan baju suami. Setelah dia mengambil baju tidak lupa pula membawa handuk dari digantungan kamar mandi. Dia langsung saja memberika kepada Zikri. "Ganti baju sana, ntar Pak Bos sakit aku yang repot," omel Clara seperti ibu-ibu komplek. Zikri yang mendengar itu langsung saja mengelus jilbab istrinya dengan lembut. "Kamu juga ganti baju," ucap Zikri tersenyum hangat. Muka Clara langsung merah. "Engga engga," tolak Clara dengan paniknya. "Nanti kamu bisa masuk angin, kamu ganti baju disini! aku di kamar mandi, jadi kamu ngga perlu khawatir aku bakal ngintip," jelas Zikri menangkap makna lain dari gerak-gerik Clara. Clara sangat malu karena salah mengartikan maksud Zikri pipinya mulai memerah layaknya tomat rebus, dia kira Zikri mengajak berganti baju bersama di kamar mandi, Clara bergidik ngeri membayangkan itu. Meskipun mereka telah sah sebagai suami istri tapi Clara masih belum siap menjadi wanita yang seutuhnya. Clara juga merasa Zikri menjaga perasaanya sebagai perempuan karena dia tidak pernah memaksa Clara. Zikri pergi meninggalkan Clara yang berada di kamar untuk berajak ke Kamar Mandi. Sedangkan Clara bergegas mencari baju dan hijab langsungnya untuk tidur, walaupun telah menikah Clara juga belum mau membuka penutup kepalanya karena masih belum terbiasa. Setelah semuanya selesai Clara segera beranjak menuju tempat tidur karena jam sudah menunjukkan angka dua belas malam. Sebelum tertidur Clara menunggu Zikri keluar dari kamar mandi. Karena tidak baik meninggalkan suami tidur duluan kata Mamanya dulu sebelum dia menikah. Tidak lama keluarlah sosok pria yang meskipun memakai piyama tidur masih terlihat tampan. Zikri bergegas menuju tempat tidur, dia segera merebahkan dirinya di samping Clara. Mereka berdua sama-sama memacu jantung dengan kecepatan tinggi, namun tiba-tiba Clara mengagetkan Zikri. "Ehemm, Pak Bos, ini aku kasih pembatas bantal guling, jangan dilewatin kalo Pak Bos lewatin kena denda," ancam Clara menampilkan senyuman khasnya. "Apa dendanya?" tanya Zikri bingung. "Beliin aku s**u Boneeto lima belas kotak pokoknya," paksa Clara dengan mengerjap-ngerjapkan matanya. "Itu mah gampang," sombong Zikri bernada angkuh. "Yey...yey...yey," sorak bahagia diiringi tangan Clara yang naik turun keatas dan kebawah membentuk tanda yes. "Tapi kalo kamu yang melewati batas, aku minta berhenti panggil aku 'Pak Bos' tapi Panggil dengan mas, " tantang Zikri meampilkan senyuman anehnya dengan menunggu persetujuan Clara. "Ihh curang, Pak Bos curang," omel Clara cemberut. "Yaudah! aku engga janji bisa menahan diri untuk tidur di tempat," ancam zikri dengan senyuman penuh arti. "Iya...iya...iya aku terima tantangannya," jawab Clara yakin dengan suara menenangkan diri sendiri. Merekapun mulai tertidur dengan nyeyaknya, karena lelah seharian ini melakukan perjalanan jauh. Disusul tragedi air pantai tadi. Pukul 2.30 WIT. Clara tidak sadar tangannya sekarang sudah melewati batas bantal guling. Dan yang lebih bahaya lagi tangannya melingkar di pinggang Zikri. Zikri yang merasakan ada sentuhan di pinggangnya segera terbangun, dia menampilkan senyum bahagia tanda kemenangannya. Zikri mengambil HP di sebelah meja tempat tidur dengan pelan agar Clara tidak bangun. Lalu dia memfotokan tangan Clara yang bersandar di pinggangnya. Setelah selesai Zikri segera melanjutkan tidurnya.   **** Adzan Shubuh telah berkumandang, Zikri yang mendengar itu langsung terbangun. Clara yang berada di sebelahnya ikut terbangun dan melihat tangannya yang melingkar di pinggang Zikri. "Pantasan nyaman," ucap Clara dalam hati. Dia pun tersadar dari ucapan dalam hatinya. "Arghhhhh.... Ihh Pak Bos kenapa meletakkan tanganku di pinggang Pak Bos? " tuduh Clara panik. Zikri yang tersadar dari ucapan istrinya segera saja mendengus "Heh kamu yang memeluk aku semalaman ini!" balas Zikri dengan mengambil HPnya lalu melihatkan foto tangan Clara yang posisinya seperti tadi. Clara yang syok, langsung saja memegang kepalanya. Dia merutuki dirinya kenapa bisa mempermalukan diri dengan begitu nyata. "Aduh! aku kalah, arghhhh engga mungkin," teriak Clara histeris seperti mau meneggelamkan dirinya ke lautan. Zikri langsung saja menutup mulut wanita itu, kasihan dengan kupingnya sepagi ini harus mendengar toa berjalan. Zikri pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Sedangkan Clara segera melihat cermin dan merutuki kebodohannya. "Aku kenapa sih!" tanya Clara pada cermin. Tidak lama Zikri telah keluar dengan tampilan yang lebih segar setelah ber wudhu. "Clara cepat ambil wudhu!" teriak Zikri dengan suara seperti bapak menyuruh anak. Clara yang mendengar itu langsung saja berlari sekencang mungkin, dia mengambil wudhu dengan cepat. Zikri telah siap menjadi imam, dia memakai peci warna hitam dan sarung berwarna coklat. Sedangkan Clara sudah menggunakan mukena motif bunga-bunganya. Mereka sholat dengan khusuk. Saat seperti inilah semua beban yang kita hadapi didunia dapat terasa lebih ringan, saat seperti ini pula ketika aku sholat bersama imam impian yangan akan membawaku menuju jannahnya bersama Allah. Terimakasih pada semesta yang mempertemukan kita dengan begitu indah.   ******     Setelah selesai sholat Clara menyalami tangan Zikri. Lalu segera bergegas pergi untuk menyiapkan sarapan pagi. "Aku harus manggil Mas, itu rasanya aneh," gumam Clara ketika memasak di dapur. Zikri memilih memeriksa dokumen kantor yang dikirim Lian melalui E-mailnya. Zikri kalo sudah sibuk dengan kerjaan lupa semuanya, hingga jam sudah menunjukkan pukul 6.30 pun dia tidak sadar. Clara yang  selesai memasak sandwich  sudah sejak lama ingin mengajak Zikri makan, tapi dia malu. "Aku harus manggil mas!" ucapnya menyemangati diri sendiri dalam hati.     *****     "Mmm…as Mas Zikri ayo makan!" ajak Clara dengan suara yang begitu lembut. Zikri yang mendengar itu terperanjak kaget. "Kamu manggil apa tadi, aku engga dengar,"  jawab Zikri bingung, sebenarnya Zikri sudah dengar tapi dia ingin melihat muka malu Clara. "Engga ada pengulangan, ayo makan!" sanggah Clara menampilkan rona merah di pipinya. “Ulang,” balas Zikri tak mau terima. “Ayo makan!” tolok Clara lagi. “Yaudah, aku mogok makan. Kamu makan sendiri aja,” ucap Zikri yang sudah berniat meninggalkan meja makan namun Clara segera mencegahnya. “Masku sayang, ayo makan,” lirih Clara takut dia menarik tangan Zikri untuk kembali duduk dan menikmati sarapan paginya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN